KEGIATAN
A. Kompetensi Dasar
Menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi / siaran radio.
B. Kompetensi Dasar
Menyampaikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana / irama yg dibangun.
C. Kompetensi Dasar
Membedakan antara fakta dan opini dalam teks iklan di surat kabar melalui kegiatan membaca intensif.
D. Kompetensi Dasar
Menulis iklan baris dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.

A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber pada Tayangan Televisi / Siaran Radio
Tujuan Pembelajaran:
1. Mampu mencatat hal-hal penting dalam dialog;
2. Mampu menyimpulkan dialog.

Dialog adalah percakapan antara dua orang atau lebih.Wawancara merupakan bagian dalam dialog. Hal yang membedakan antara keduanya, yakni peran pewawancara dengan narasumber dalam wawancara relative tetap, sedangkan peran pembicara yang satu dengan pembicara yang lain dalam dialog sering bergantian.
Dialog yang melibatkan seorang atau beberapa narasumber biasanya dipandu oleh seorang moderator. Seiring dengan kemajuan zaman, dialog dapat melibatkan narasumber yang berada ditempat lain, bahkan pemirsa dirumah. Selanjutnya, terjadilah apa yang disebut dengan dialog interaktif.
Kalian dapat melakukan beberapa hal di bawah ini bilamana sedang menyimak dialog interaktif pada tayangan televise atau siaran radio :
1. Pusatkan perhatian hanya pada materi dialog.
2. Siapkan selembar kertas untuk mencatat beberapa hal penting berkaitan dengan materi dialog.
3. Catatlah butir-bitir penting isi dialog ,meliputi :
a. Di mana dialog tersebut berlangsung.
b. Kapan dialog tersebut berlangsung.
c. Siapa saja yang melakukan dialog.
d. Apa topic yang dibacakan pada dialog.
e. Mengapa mereka memoliki topic tersebut, dan
f. Apa saja butir-butir penting isi dialog.
4. Buatlah simpulan berdasarkan catatan yang telah kalian susun.

Perhatikan dialog berikut ini, kemudian praktikkan dengan temanmu, teman yang lain mendengarkan kemudian mengomentari dialog tersebut!.

Penyiar : Selamat sore, para pendengar. Nadhifa dan Bapak Rahmat Basuki.
Semua : Selamat sore.
Penyiar : Para pendengar dan hadirin di studio, sore ini telah hadir di antara kita, Nadhifa
Astuti. Nadhifa baru saja meraih juara lomba penulisan esai SMP tingkat nasi
Degan topik “Proyeksi Diri Menjemput Hidup Sukses Tahun 2020”. Nadifa
Hadir distudio didampingi oleh guru pembimbingnya,yaitu Bapak Rahmat
Basuki. Pertanyaan pertama akan saya ajukan kepada nadifa.Sejak kapan
Nadifa gemar menulis?
Nadifa :Sejak saya belajar menulis. Ibu sayalah yang menanamkan kebiasaan menulis.
Setiap hari, saya dibiasakan mencatat berbagai pengalaman, kebutuhan,dan
Rencana.jadi,kegemaran itu tidak muncul tiba-tiba, tetapi ditanamkan oleh
Ibu sejak kecil.
Penyiar :Wah, hebat. Ibu dan anak yang kompak untuk mengasah ketrampilan diri di bidang menulis. Pertanyaan saya sekarang kepada Bapak Rahmat Basuki. Apa keistimewaan tulisan-tulisan Nadhifa, Pak?
Guru :Sebelum saya kemukakan keistimewaannya, perlu diketahui bahwa pena atau tuts-tuts pada keyboard komputer itu ibarat lidah bagi Nadhifa.Ia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis.Keistimewaan tulisan Nadhifa,topic karangannya dibahas dengan runtut,lengkap,jelas,dan menggunakan bahasa yang sangat komunikatif.
Penyiar ;Bagaimana jika dibandingkan dengan kemampuan menulis para pelajar lainnya yang sebanding dengan Nadhifa?
Guru :Kebanyakan siswa kita kurang lancar dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis.Secara umum, kemampuan menulis siswa kita belum berkembang maksimal atau masih lemah.
Penyiar :Nah,muncul pertanyaan lain.Mengapa kemampuan menulis siswa kita beklum berkembang maksimal atau lemah? Pertanyaan saya kembali pada Bapak. Apa faktor penyebab kemampuan menulis siswa kita belum maksimal atau lemah /
Guru Saya membagi faktor penyebab ini menjadi dua,yakni faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal,antara lain lemahnya motifasi dan kesadaran bahwa kemampuan menulis sangat dibutuhkan dalam berbagai aktifitas kehidupan misalnya pengembangan ilmu,penyebarluasan informasi, mengembangkan hubungan social, bahkan untuk menekuni sebuah profesi sebagai penulis atau wartawan.Faktor eksternal, misalnya kurangnya kesadaran lingkungan untuk memberikan fasilitas, dukungan,dan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis. Akibatnya,pengembangan kemampuan menulis terabaikan sebagai salah satu kebuyuhan vital manusia untuk berkembang.
Penyiar :Bagaimana pendapat nadhifa?
Nadhifa :Menulis belum disadari sebagai kebutuhan pengembangan diri. Kebanyakan siswa lebih tertarik untuk mengerjakan soal-soal latihan untuk meraih nilai yang tinggi. Padahal, menulis justru menarik dan menentang karena kemampuan menyelesaikan soal-soal latihan ditetapkan untuk memecahkan masalah yang bersifat praktek. Misalnya, teori yang dipelajari dalam mata pelajaran Biologi tidak sekadar untuk menjawab soal latihan, tetapi diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang nyata.Teori ekosistem bisa digunakan sebagai bahan penulisan artikel tentang lingkungan hidup.
Penyiar :Baiklah. Para pendengar dan hadirin di studio, di ujung telepon sana, di kota Banjarmasin, telepon kami telah terhubung dengan Ibu Rahma Nuraini, ibunda Nadhifa Astuti. Halo, Ibu …..selamat sore.
Rahma Nuraini :Selamat sore…..Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.